Minggu, 06 Juli 2014

Daftar Shortcut Keyboard Pada Notepad

Agar lebih mudah dan lebih cepat dalam bekerja menggunakan Notepad yaitu dengan menggunakan fasilitas Shortcut keyboardnya.

Berikut, list Shortcut keyboard untuk notepad :


Sumber : http://www.tipstriks.com/2013/12/daftar-shortcut-keyboard-pada-notepad.html

Mengatasi Sound Card yang Rusak

Dahulu kalau komputer atau laptop  kita mengalami gangguan pada sistem suaranya yang disebabkan  oleh sound cardnya yang rusak, maka untuk komputer desktop caranya adalah dengan mengganti atau menambahkan sound card yang baru yang ditanamkan pada socket PCI.
Sedangkan untuk notebook atau laptop, kita tidak dapat menambahkan sound card pengganti karena fisik dan rancangannya tentu berbeda dengan komputer desktop.
Perbaikan pada laptop umumnya hanya dapat dilakukan oleh service center atau tekhnisinya.

Pada saat ini apabila komputer desktop atau notebook kita mengalami gangguan atau masalah pada soundcardnya, ada solusi mudah yaitu dengan menggunakan USB Sound Card. Tidak hanya kalau bermasalah, tanpa masalahpun kita dapat menambahkan soundcard ini sehingga komputer kita memiliki lebih dari satu sound card.

Sound card USB banyak dijual di toko-toko asesoris komputer, harganya pun sangat terjangkau saya beli dibawah 40 Rb,. yang jual online juga banyak tinggal googling dengan kata kunci USB sound card.
Kualitas suara yang dihasilkan juga lumayan bagus, kualitas suara yang dihasilkan lebih bagus dengan menggunakan soundcard USB dari pada menggunakan internal soundcardnya.

Sumber : http://www.tipstriks.com/2014/04/mengatasi-sound-card-yang-rusak.html

Mengatasi Application Blocked by Security Setting

Mungkin anda pernah mengalami hal seperti ini yaitu ketika membuka Aplikasi Web yang menggunakan Java ada peringatan : Application Blocked by Security Setting
Kalau anda yakin kalau penyedia kontennya dapat dipercaya, anda dapat menurunkan level security setting yang ada pada Java Control Panel supaya anda dapat mengakses aplikasi web tersebut, dan tidak ada peringatan Application Blocked by Security Setting lagi.

Masuk ke Control panel lalu pilih Java, atau ada juga dari Start Menu langsung ke menu Java, kemudian pilih Configure Java, maka akan muncul jendela Java Control Panel.

Pilih tab Security
Turunkan Security levelnya ke poisisi Medium
Klik Apply, Klik OK

Sumber : http://www.tipstriks.com/2014/05/mengatasi-application-blocked-by.html

Antisipasi apabila Android Hilang atau dicuri

Seperti halnya di iPhone atau iPad, di smartphone atau komputer tablet (tab) yang menggunakan OS Android pun kita dapat mengaktifkan fitur pencarian apabila kita lupa menyimpan, mengetahui lokasi dimana Android kita berada, membuat smartphone Android supaya lock dengan mengirim password, atau kita dapat menghapus data Android secara remote kalau sudah yakin perangkat Android kita dicuri untuk mencegah data-data kita disalah gunakan.

Yang harus dilakukan adalah mengeset smartphone atau tab Android kita pada menu Google Setting, yaitu pada Android Device Manager.
Setelah Android disetting kemudian kita dapat mengaksesnya melalui Browser Internet dari manapun kita berada.
Mengakses dengan alamat :  https://www.google.com/android/devicemanager

Gunakan account Google anda untuk dapat mengaktifkan dan menggunakan fitur Android Device Manager ini, apabila anda telah mengaktifkan account Gmail atau Sign-in ke Google Play maka anda sudah dapat mulai mengeset smartphone atau tab untuk keperluan apabila suatu saat lupa menyimpan atau Android anda ada yang mencuri.
Tahap pertama adalah mengaktifkan Location Access untuk setting GPS dan setting Acess to My Location. Setting ini dimaksudkan agar apabila suatu saat Smartphone atau Tab anda hilang, maka akan diketahui lokasinya.
Pada contoh capture, kita gunakan Android 4.4 Kitkat. Untuk Android yang lain menu dan istilahnya tidak jauh berbeda pasti anda dapat mengikutinya.
  • Masuk ke menu Setting
  • Pilih Network Connection
  • Pilih Location Access
  • Beri Ceklist pada Access to my location, jalankan GPS Satellite, beri ceklist pada Wifi & mobile network location.
  • Kemudian selanjutnya adalah setting pada Android Device Manager
    Tap/sentuh pada icon Apps, kemudian cari icon Google Setting, tap kalau sudah ketemu 
  • Tap pada Location, kemudian beri ceklist/centang pada Access Location
    Kemudian pilih Android Device Manager
  • Beri ceklist pada
    Remotely locate this device
     
    Setting pada perangkat Android sudah selesai, sekarang kita coba untuk mengaksesnya melalui Internetdengan menggunakan Laptop atau komputer atau tablet yang lain yang tentunya terhubung ke internet.
    dan pada Allow remote lock and erase   
    Jalankan Browser, buka alamat :
    https://www.google.com/android/devicemanager
    Masukkan Username dan password Google anda, sesuai dengan yang dipakai pada smartphone pada langkah di atas.
    Maka Device/smartphone anda akan muncul dan peta lokasinya.
    Akan muncul 3 (tiga) pilihan : Ring, Lock dan Erase
     
    Ring : Device atau smartphone akan berbunyi, sehingga kalau anda lupa dapat segera tahu dimana menyimpannya
    Lock : Mengunci device menggunakan password secara remote, sehingga orang lain tidak dapat menggunakannya kalau smartphone atau tabnya berpindah atau berada di tangan orang lain. Pada pilihan ini anda juga dapat menulis pesan, misal "tolong kembalikan tab saya ke.. " dst.
    Erase : Hati-hati dengan pilihan ini, karena akan menghapus data anda dan mereset Android. Hanya dilakukan apabila perangkat  benar-benar hilang, untuk menghindari penyalah gunaan data-data anda.
     
    Sumber : http://www.tipstriks.com/2014/04/antisipasi-apabila-android-hilang-atau.html
     

Rabu, 11 Juni 2014

Rencana Pajak Barang Mewah Smartphone Ditentang Operator


Liputan6.com, Jakarta - Keinginan pemerintah untuk menerapkan pajak barang mewah (PPnBM) untuk perangkat smartphone ternyata tak hanya ditentang oleh para pembuat ponsel. Operator telekomunikasi pun mengaku keberatan bila pemerintah menerapkan aturan tersebut.

Keberatan itu disampaikan Loong Tuck Weng, Chief Marketing Officer Indosat yang dijumpai tim Tekno Liputan6.com. Pria yang akrab disapa Loong itu menyebutkan bahwa kebijakan PPnBM di smartphone tidak sejalan dengan program penyediaan internet bagi semua rakyat Indonesia.

"Sudah kita semua kalau internet merupakan salah satu faktor pendukung di berbagai sektor termasuk pendidikan dan ekonomi. Kita berkomitmen mendorong pertumbuhan penggunaan internet supaya taraf hidup dan daya saing masyarakat meningkat," ungkap Loong.

Ia menyebutkan bahwa pihak operator telah berusaha keras untuk membuat masyarakat lebih mudah mengakses internet termasuk lewat tarif murah dan bundling perangkat pendukung internet seperti modem dan smartphone.

"Kita berusaha untuk memberikan kemudahan masyarakat supaya bisa mengakses internet lewat layanan data yang disediakan. Tapi kalau smartphone sebagai salah satu perangkatnya malah dikasih pajak barang mewah kan jadinya berlawanan dengan tujuan kita," kata Loong.

Rencana penerapan PPnBM di smartphone memang sempat menjadi perbincangan yang cukup ramai di kalangan penggiat teknologi. Keinginan pemerintah tersebut dinilai kurang tepat karena akan membatasi angka adopsi smartphone yang merupakan salah satu perangkat pendukung internet di Tanah Air.

Suara sumbang lain terkait PPnBM smartphone pun datang dari distributor ponsel, Erajaya Swasembada. Pihak Erajaya menilai PPnBM di smartphone lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya ketika diterapkan.

"Saya sarankan pemerintah untuk berpikir ulang bila ingin menerapkan kebijakan penerapan pajak barang mewah di smartphone. Saya pikir itu malah banyak mudhorotnya daripada manfaatnya," ungkap Djatmiko Wardoyo, Marketing Communication Director Erajaya.
(Dewi Widya Ningrum)

Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/2061087/rencana-pajak-barang-mewah-smartphone-ditentang-operator

Transaksi e-Money Tumbuh 120 Persen Tiap Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Kecanggihan teknologi makin banyak dimanfaatkan orang untuk mempermudah kehidupan dan aktivitas sehari-hari, termasuk transaksi menggunakan uang elektronik atau e-money. Besarnya potensi e-money terlihat dari nilai transaksinya yang makin meningkat.

Transaksi e-money pada tahun 2009 tercatat sebanyak 48 ribu kali dengan nilai Rp 1,4 miliar per hari. Pada tahun 2010 jumlahnya naik menjadi 73 ribu transaksi dengan nilai Rp 1,9 miliar.

Jumlah itu masih terus meningkat di tahun 2012 menjadi 219 ribu transaksi dengan nilai Rp 3,9 miliar. Data tersebut memperlihatkan bahwa setiap tahun transaksi e-money tumbuh hingga 120% yang membuktikan adanya potensi besar di sana.

Wajar saja bila potensi besar yang dimiliki e-money membuatnya diincar banyak industri, termasuk telekomunikasi. Saat ini, operator telekomunikasi yang sudah memiliki layanan e-money ialah Telkomsel (t-cash), XL (XL Tunai), Indosat (Dompetku), Telkom (Delima) dan Finnet (Finpay). Produk e-money juga dirilis oleh pemain independen seperti Skye Sab dan Doku.

Bank Indonesia belum lama ini juga telah mengeluarkan peraturan (PBI) Nomor 16/8/2014 tentang uang elektronik (e-money). Aturan ini telah lama ditunggu banyak pihak, baik dari industri perbankan, telekomunikasi, atau pemain independen.

"Dengan hadirnya aturan baru ini jelas merupakan angin segar bagi perkembangan e-money di Indonesia," kata Yura A Djalins, Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Pembayaran Bank Indonesia dalam diskusi IndoTelko Forum bertema 'Collaborative & Incentives: a New Breakthrough for e-Money'.

Pada aturan tersebut, BI menetapkan penerbit uang elektronik atau e-money, dilarang untuk melakukan kerja sama ekslusif serta dilarang untuk menahan nilai minimum transaksi menggunakan uang elektronik. Perubahan menarik lainnya di aturan ini ialah BI juga mendorong terjadinya interkoneksi top-up dan interoperability di antara sesama penerbit e-money.

BI juga mengatur bahwa penerbit e-money dibagi menjadi tiga lembaga, yakni bank umum, bank pembangunan daerah (BPD), dan lembaga selain bank (LSB). Saat ini ada 17 penerbit e-money di Indonesia, dimana nilai transaksinya berkisar Rp 8,7 miliar per hari dengan volume sebanyak 420 ribu kali.
(Dewi Widya Ningrum)

Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/2061721/transaksi-e-money-tumbuh-120-persen-tiap-tahun

Makin Banyak yang Belanja Online Pakai Tablet

KOMPAS.com - Penggunaan tablet untuk berbelanja online tumbuh empat kali lipat lebih cepat dibandingkan smartphone. Hal itu menurut E-commerce Index terbaru dari Rakuten

Penelitian mengenai tren berbelanja itu dilakukan di 14 pasar. Salah satu hasilnya, penggunaan tablet tumbuh 41,9% di 2013, sementara penggunaan ponsel cerdas tumbuh hanya sebesar 9,7% di periode yang sama.

Lebih lanjut disebutkan dalam keterangan tertulis Rakuten bahwa 6,1% pelanggan lebih memilih untuk berbelanja online menggunakan tablet, sementara 6,8% memilih untuk menggunakan ponsel cerdas. 

Inggris menyalip AS sebagai pasar terdepan di dunia untuk penggunaan tablet, dengan 12,2% dari warga Inggris yang  disurvei mengatakan bahwa mereka memilih untuk menggunakan tablet, dibandingkan dengan 11,3% pebelanja Amerika.

Di sisi lain, pebelanja di Brasil lebih lambat untuk beralih ke tablet PC, hanya 0,7% dari populasi yang lebih suka menggunakan tablet saat berbelanja. 

Sedangkan di Indonesia, ponsel cerdas tetap jadi pilihan pertama dengan 15,5% dari pebelanja di Indonesia memilih menggunakan ponsel cerdas, sementara 7,0% memilih menggunakan tablet PC.

Meskipun ada pertumbuhan m-commerce, PC tetap jadi pilihan paling populer bagi para pebelanja untuk mengakses situs retail, namun data mengenai hal ini sedikit berubah. Di dunia, 81,8% pebelanja menggunakan PC untuk berbelanja online, bandingkan dengan 83,2% di tahun 2013. Perangkat mobile mencakup 13,8% dari total data ini, naik dari 12% tahun lalu. 

Sementara itu di Indonesia, 68,5% warga Indonesia berbelanja menggunakan PC dan 25,0% menggunakan perangkat mobile.

“Kami terus melihat peralihan dalam cara konsumen berinteraksi dengan retailer melalui saluran digital. Hanya empat tahun setelah peluncuran iPad Apple, tablet dengan cepat menjadi perangkat yang paling populer untuk berbelanja online," kata Yasunobu Hashimoto, General Manager Rakuten Belanja Online. 

Dalam beberapa tahun, beberapa market mengalami ‘kelelahan sosial’ dengan penurunan sangat kecil dalam jumlah orang yang merekomendasikan barang yang mereka beli di jejaring sosial. Index terakhir menunjukkan 41,9% orang merekomendasikan barang di situs sosial media, bandingkan dengan 44% tahun 2013. 

Namun di Indonesia, 77,5% orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka secara teratur mereview dan merekomendasikan produk di situs sosial media. 

“Media sosial tetap menjadi saluran penting bagi retailer untuk berhubungan dengan opini konsumen dan ‘crowdsource’ mengenai produk baru dan layanan. Selain mempengaruhi keputusan untuk stocking, rekomendasi yang dibagikan di situs sosial media juga mempengaruhi kebiasaan belanja konsumen," Yasunobu menambahkan.

"Banyak pebelanja kini beralih ke situs seperti Pinterest atau Twitter untuk menemukan produk-produk yang mereka mungkin beli dan menemukan pendapat orang lain mengenai barang-barang tersebut sebelum melakukan pembelian. Retailer bisa mendorong penjualan dengan berinteraksi dengan konsumen melalui saluran-saluran tersebut dan memudahkan untuk berbagi rekomendasi," lanjutnya.

Pakaian dan aksesoris adalah item yang paling sering dibeli online di dunia, namun pebelanja di Brasil dan Jepang memiliki tren yang berbeda. Konsumen elektronik berada paling atas di Brasil dengan lebih dari setengah pebelanja (55,1%) membeli barang elektronik secara online, sementara di Jepang, pebelanja lebih mungkin untuk memesan atau mengunduh buku dan majalah (59,7%). 

Sedangkan di Indonesia, 74% pebelanja memesan pakaian dan aksesoris secara online, sementara kategori populer lainnya adalah produk elektronik (47,5%), barang kesehatan/kecantikan (39,2%), makanan/minuman (31,2%), peralatan rumah tangga/small appliances (30,7%) dan buku/majalah (29,8%). 

Sementara pebelanja Indonesia paling sedikit yang membeli perangkat besar/large appliances secara online, dengan 4,7% pebelanja memilih untuk melakukan pembelian secara langsung. 

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/06/11/1620009/Makin.Banyak.yang.Belanja.Online.Pakai.Tablet

Editor: Wicak Hidayat